Sudahkah anda tim-pang hari ini ?

Friday, November 28, 2008

Darah itu merah Jendral !!!

Ga ada yang bilang darah itu hitam kecuali abis digebukin massa sekampung terus lebamnya dibiarin sampai hitam. Tapi sekarang, bukan soal darah yang ingin saya perbincangkan, melainkan soal "bilur" yang baru saya terima siang ini.

25 tahun sudah saya bergelut mengenal kehidupan akan tempat kelahiran saya: Indonesia. Tahukah anda apa yang paling saya sukai dari Indonesia selain ragam masakannya dan harga sayur di pasar tradisional yang murah? Sifat tenggang rasa, yang mana, mungkin makin sulit ditemui sekarang ini (tak ayal, sebentar lagi tinggal menunggu sejarah menjemput ajal dari tenggang rasa itu).

Rumput tetangga boleh jadi lebih hijau. Tapi waktu itu, saya belum tahu seberapa besar usaha si tetangga untuk membuat halamannya hijau. Dan dalam proses penyesuaiannya, salah seorang keluarga tetangga itu berbicara begini: "This is not Indonesia. Welcome to the real world son."

So, label tenggang rasa itu memang sudah ditakdirkan memudar atau tidak, let me decide it for myself. Sebagian dari kita sedemikian paradox, sementara sebagian lainnya memuja relativitas. Pada saat hidup dimulai dari titik ground zero, semua itu tidak berarti lagi. Karena pada akhirnya, yang aku punya hanyalah diri ini. Bukan uang, bukan harta, dan bukan pula ikatan sosial.

Bagi manusia, darah itu memang merah, tapi jangan biarkan kebebasan menjadi variabel mati bagi kehidupan. Seperti merahnya darah itu.

Tuesday, November 25, 2008

Safe Zone

Meracu kepada artikel tentang menyobek disini, saya jadi teringat akan sebuah pengalaman yang dialami oleh paman saya di India. Sebutlah paman saya seorang fans sejati dari Sri Sathya Sai Baba, salah seorang pemuka agama di India. Sebetulnya, saya sendiri enggak pernah tahu siapa dia, tapi jikalau dia membawa kebaikan dalam hidup banyak orang, saya tidak akan melakukan interfensi lebih jauh lagi.

Pernah suatu ketika, dalam sebuah pertemuan keagamaan, paman saya mendengar seseorang bertanya kepada Sai Baba seperti ini: "Begitu banyak orang yang miskin dan menderita di luar sana. Mengapa anda tidak menolong mereka?" Jawaban dari Sai Baba sangatlah singkat: "Itu karma mereka."

Karma.

Nuff said. Karena itu adalah sesuatu yang tidak dapat dibuktikan benar atau salahnya, tapi toh sebagian besar orang masih tetap menerima akan eksistensi mahakarya yang bernama karma itu sendiri, meski beberapa di antaranya tetap lebih suka mengartikan karma sebagai hukum sebab-akibat yang mirip teorema fisika itu loh. Paradoks atau relatif? Decide it for yourself then.

J, dari tulisan kamu, terlihat ada sedikit rasa "seram" ketika uang lima puluh ribu itu disobek-sobek. Right. It's a commonsense that will come to us. Kalau rokok pernah mendapat predikat tuhan 9 senti, uang adalah evangelis untuk sebagian dari kebanyakan orang *sounds familiar?*

It's all about safe zone. I'm not into it right now... huhuhu...

Saturday, November 22, 2008

Sunset Policy

Sunset Policy... eh? Moga-moga kebijakan ini enggak bikin Indonesia makin tenggelam, seperti halnya nilai tukar dollar US terhadap rupiah. Lewat 12000. Ini tinggal nunggu waktunya aja nih. Jangan-jangan, sebelum pemilu malah bisa 20000.

Friday, November 14, 2008

Pembandingan

Tahu Nanny 911? Reality show yang ngebahas anak kecil yang susah diatur? Well, selama gue ngikutin acara itu, penyebabnya selalu sama: orang tua. Tapi hal yang paling gue kurang suka, adalah sebuah pembandingan. Membandingkan antara anak sendiri dengan anak tetangga yang kerja di negeri X, lalu sampai nyindir-nyindir "Tuh, lihat si anu. Bisa ke X. Kamu kapan?" Rasanya pas kalau ada lagu "kapan-kapan....... kita berjumpa lagi..."

Sampai suatu ketika, gue ngebaca buku Nanny 911. Di salah satu bagiannya ditulis begini (kalau ga salah kutip): "Don't ever compare your child with another, eventhough it's difficult. I know your feelings, but do you want your child makes a gap after you compare him or her with another person?"

Well, jangankan anak kecil. Yang dewasa aja juga bisa ngambek kalau dibandingin. Tapi, ya, resep jitunya sih, pakai semboyan Nike sama Adidas: "Just do it" + "Nothing is impossible". Toh, si pembanding nanti juga bungkam sendiri.

Sunday, November 09, 2008

Punggung

Si punggung sedang off. Inspirasinya akan lebih banyak tertuang di sini.

Thursday, November 06, 2008

Eksistensi

Aku hanya butuh eksistensi kalian. Berlebihankah itu?

Sunday, November 02, 2008

Murka

Saya tidak tahu persis berapa beratnya kata itu. Sungguh. Maksud saya, dalam artian sebodoh-bodohnya tindakan saya, semua itu berhenti saat saya bertanggungjawab atas kelalaian yang saya lakukan, dan tentu saja, omelan beserta nasihat-nasihat turut berperan serta. Tetapi ketika bertemu murka, atau mungkin lebih tepatnya, teriakan-teriakan dimana saya tidak bisa melakukan pembenahan ataupun pembenahan diri, mungkin saya sebut itu sebagai murka. Angkara murka...

Dan bagi saya, hal itu akan sangat membekas di hati. Teman saya pernah berkata: "Memaafkan itu lebih mudah ketimbang melupakan." Dan kini, saya paham maksudnya. Syukurlah keputusan yang saya ambil ini tepat pada waktunya. Jika tidak... saya tidak tahu bagaimana jadinya nanti... 4 hari yang mungkin berat, dan semoga saya bisa melaluinya.

Langit itu masih biru kawan. Angkatlah kepalamu ke atas.

Blog Archive

About Me

My Photo
Vendy
Mellow and complicated. Not rich, and that's why he's working. Not too friendly, but he can try to be. Not talkative, but he can try to be a good listener. Searching for great jobs and great lifetime partner. Trust in both God and Luci, but sometimes too straight. Kept him away from loneliness, ignorance, clowns, and marionettes. Fragile with pure-heart children, wise parents, b/w photos.
View my complete profile

Recent Comments