Sudahkah anda tim-pang hari ini ?

Monday, July 28, 2008

Batman - Dark Knight

Joker

(Source : www.denofgeek.com)


Pada umumnya, film diciptakan dengan sebuah pengaruh supaya penonton menaruh rasa kagum ataupun simpati kepada pemeran utama, yang notabene, protagonis (karakter baik, superhero, dsb). Ambillah contoh film Hell Rider atau Hell Boy. A main character; meet a bad guy; the bad guy goes mad; the main character beats the bad guy’s ass; the end. Tapi tidak untuk karakter Joker dalam film Batman - Dark Knight. Karakter Joker dalam film tersebut sangatlah luar biasa. Not 2, but 4 thumbs up for Joker! And, sorry, Batman’s charisma cannot be compared to Joker’s. Joker rules! Tell you what, I’m not joking ^_^

Mungkin berdasarkan kekaguman saya atas kecerdikan yang disuguhkan dalam film Saw, dukungan saya terhadap idealisme milik Joker sedemikian kuatnya, dan itu semua bukan tanpa alasan yang mendasar. Mari kita lihat realita yang ada di sekitar lingkungan sempit bernama Jakarta ini. Setiap hari, pasti, ada satu tindak “kriminal” yang terjadi dengan landasan ekonomi, kegalauan pikiran, atau stress tak beralasan. Tidak. Semua itu lahir atas dasar ketakutan yang melahirkan kekacauan, yang notabene, dapat berevolusi menjadi chaos. Di atas semua chaos yang terjadi, adakah biang chaos sejati? Yang hanya membutuhkan keberanian, kekuasaan dan kecerdikan? Tiga hal tersebut, tersimpan dalam satu paket yang dimiliki oleh Joker. Mungkin itu yang disebut sebagai kriminal sejati. Mungkin bisa dibilang pemimpin sejati juga seperti itu.

Ruwet? Ambillah contoh sederhana. Mari kita bermain. Anda dihadapkan pada sebuah pilihan:

1. Membunuh orang yang tak dikenal supaya orang yang anda kasihi tidak mati.

2. Diam dan menerima detik-detik terakhir orang terkasih anda.

Dan, tidak. Anda tidak bisa mengambil dua pilihan itu sekaligus. Here’s the question. Apa yang terlintas di dalam kepala anda?

Manusia dilahirkan dengan insting dasar untuk bertahan hidup. Kikis tujuan dan semangat hidup, dan manusia akan menjadi tidak berbeda dengan pohon. Hanya bisa pasrah ketika disunat dari akarnya. Dan hampir setiap hari, setiap pagi, dalam perjalanan menuju tempat kerja, saya melihat banyak manusia “pohon” itu. Bahkan sebelum saya menonton film Dark Knight, saya melihat seorang ayah yang menyuruh anaknya mengemis, kemudian uangnya langsung diambil begitu saja. Chaos? Bukan. Itu hanyalah bentuk ketakutan terkecil yang belum berubah menjadi chaos, meski berpotensi. Hanya segelintir kasus harian, namun banyak, yang menunggu di pemerintahan Indonesia sekarang ini, yang akan berakumulasi menjadi chaos.

Mungkin Indonesia butuh seorang Joker, bukan penakut dalam balutan kata kriminal ataupun pangkat pemerintahan. Mungkin juga, Ryan adalah salah satu produk chaos yang terungkap (baca: baru terungkap). Hehehe…

Hail Joker!!!

Wednesday, July 23, 2008

Blogdetik?

Detik bikin fitur blog. Jadi penasaran pengen coba-coba. Jadi, kalau mau berkunjung, silahkan kesini.

Wednesday, July 16, 2008

Mind your own business

Kingdom of Heaven.

Sebuah film yang kira-kira mengisahkan tentang masa perang salib, dimana kursi di Surga dapat dibeli dengan menjadi prajurit sembari membela negara dengan mengalahkan musuh (dan ya, membunuh dibenarkan). Ilmu sejarah yang mengajarkan hal itu kepada saya. Entah benar entah tidak. Rasa skeptis mengajarkan untuk tidak mempercayai sejarah karena semua itu ditulis oleh manusia, yang mana, masih bisa dimanipulasi demi kepentingan pribadi atau sekelompok orang. Tapi, yang lalu biarkanlah berlalu. Film Kingdom of Heaven mengingatkan kepada saya tentang hipotesa tak mendasar yang pernah hadir dalam kehidupan anak-anak saya.

Dulu, saya tidak menyukai bawang putih. Ditambah lagi, saya takut untuk masuk gereja, kecuali ada alunan piano tua dengan gaya film Dracula-nya Bram Stocker. Konyol memang. Saya sungguh-sungguh percaya bahwa saya adalah keturunan drakula, atau paling tidak, semacamnya lah. Sekarang, teori itu memang salah. Bawang putih adalah bahan masakan absolut yang rasanya paling afdol bila disertakan dalam menu tumis sayur. Mungkin lebih keren rasanya kalau saya memang keturunan drakula. Hehehe...

Kembali ke film Kingdom of Heaven itu. Salah satu unsur kuat yang saya tangkap dari film ini, adalah adanya ketidakadilan terhadap pihak-pihak tertentu di jaman itu. Mungkin hampir tidak ada bedanya dengan kondisi dunia kita sekarang ini. Tapi, setiap orang lebih senang "mencuci kakinya sendiri" (mind your own business - red). Baik. Saya akan fokus kepada sepupu saya yang baru saja minggat dari rumahnya 2 minggu yang lalu, setelah diberitahu bahwa dia bukanlah anak kandung. Unfair. What an ironic term it can be.

Baik. Betapa berbahayanya pilihan yang bisa kita ambil, atau betapa menguntungkannya sebuah pilihan yang pernah kita ambil. Sebagai manusia, makhluk yang konon paling tinggi di antara makhluk-makhluk yang lain, butterfly effect adalah buah yang kita tuai dari pilihan yang kita ambil. Bahkan pilihan yang paling bodoh sekalipun. Dan kini, saya lebih memilih diam. Tidak bergerak, tidak responsif, dan berusaha bagaimanapun caranya, tidak membenci tante dan paman saya atas semua pilihan yang mereka ambil untuk tidak menganggap sepupu saya sebagai anaknya sendiri.

"Mencuci kaki sendiri" adalah kalimat yang diucapkan oleh mereka, dan mungkin bukan hanya mereka. Manusia terkadang bisa menjadi begitu sombong dan angkuh hanya sekedar untuk mengakui bahwa ia sudah menyakiti orang lain. Sehitam apapun kaki mereka, seberapa banyak luka yang mereka hasilkan untuk mereka sendiri dan orang lain, Surga tak akan turun ke bumi dan Neraka tak akan meluap naik membakar seluruh manusia. Apakah Surga itu ada? Apakah Neraka itu ada? Apakah Tuhan itu ada? Apakah Setan itu ada? Tidak ada yang bisa membuktikan absolutisme dari jawaban atas semua pertanyaan itu. Tapi, apakah kita makhluk yang bisa mencapai kesempurnaan itu? Apakah kita bisa mencapai titik dan keadaan dimana kita dapat membahagiakan semua orang?

Fan, dimanapun lu sekarang, gue cuman bilang satu: apa yang lu anggap bener dan lu pengen jalanin, jalanin aja.

"Aku hanya merasa bahwa Tuhan tidak mengenalku, dan aku hanya membutuhkan sesosok manusia, dengan segala kebaikan dan kekurangannya, untuk mengenalku apa adanya." ~ Anonim

Dan kaki saya sekarang sedang cenut-cenut gara-gara main bulutangkis nyeker.

Blog Archive

About Me

My Photo
Vendy
Mellow and complicated. Not rich, and that's why he's working. Not too friendly, but he can try to be. Not talkative, but he can try to be a good listener. Searching for great jobs and great lifetime partner. Trust in both God and Luci, but sometimes too straight. Kept him away from loneliness, ignorance, clowns, and marionettes. Fragile with pure-heart children, wise parents, b/w photos.
View my complete profile

Recent Comments