Sudahkah anda tim-pang hari ini ?

Tuesday, October 31, 2006

Apa kabar dunia ?

Pastinya ada yang berubah, dan tidak berubah. Ternyata banyak hal yang saya temukan berbeda jikalau saya berhenti untuk sementara waktu. Sebenarnya bukan hal yang seru-seru amat. Tapi, menjelang libur lebaran, Jakarta menjadi lengang luar-biasa-fantastis (tak lupa mengucapkan, Minal Aidin bagi yang merayakan. Sekiranya, kebaikan akan terus dipupuk hingga tua nanti.).

Simpelnya, hanya satu daerah yang dulu konon agak tercap kolot. Mungkin di antara pemirsa blogger sekalian, ada yang suka atau pernah atau belum pernah mengunjungi daerah Mega Mall di kawasan Pluit. Sedikit bayangan yang kuat tertanam di memori saya, yaitu sekitar 5 tahun yang lalu (kelamaan euy), kawasan ini masih jauh dari modern. Belum ada santet dari distro, cafe, ataupun tempat bermain bilyar. Bisa saya maklumi.

Dan seminggu yang lalu, wah, luar biasa sekali. Banyak distro, cafe, tempat bilyar, ruko, dkk-dsb-dst yang mulai menjamur di kawasan ini. Tampaknya, saya yang paling ketinggalan berita mengenai perkembangan daerah ini (Berhubung dalam 5 tahun terakhir ini, saya paling sering melangkahkan kedua belah kaki ini di tempat seperti daerah Slipi, Tomang, dan Grogol).

Berbicara soal ketinggalan berita, banyak juga hal-hal yang saya lewatkan dari kehidupan masa lampau saya. Perubahan sekolah, pernikahan teman-teman zaman SMU, karir dan pendidikan di masa depan. Mungkin karena banyaknya aktivitas yang terlalu menyita waktu. Ditambah lagi masa-masa pekerjaan yang pastinya menuntut kesempurnaan.

Menyesal ? Tidak. Kalau nasi sudah jadi bubur, telan saja buburnya. Untuk apa mempersulit hal yang mudah ? Ya, meskipun banyak yang mengajari untuk merubah hal yang sepele menjadi hal yang rumit, setidaknya saya masih punya prinsip (yang mana, seringkali ditertawakan oleh adik saya. Pikiran yang minor katanya.).

And sometimes, I realize that all my past will not be the same anymore since I decided to "leave" them to achieve some "perfect-condition" that some other egoistic-adults create. Although some people say that I had to "talk" and "befriend" with God, I, under some circumstances, will reject those kind of "policy". Instead of being "weak", I want to stay "sharp". I'm not saying that I reject God Himself. I want to grow strong without too much "crybaby-attitudes". If I have to "talk" with God, I'll do it. Simply stupid, am I not ?

Well. I'm lucky that I have Diana Krall's album : Her Best. Jazz is surely a nice friend to pass the time with.

All or nothing at all . . .
Dududu . . .
___________________


Apa kabar dunia ?
Sudah lama tak jumpa
Setelah melewati pertapaan gila
Menjadi makhluk anti-sosial yang tak bernama
Ternyata banyak yang telah berubah

Apa kabar dunia ?
Menjelang hari demi hari di dalam nyata
Ternyata mimpi itu hanyalah ilusi semata
Semua yang fana tertelan begitu saja
Ternyata banyak yang tak mau berubah

Apa kabar dunia ?
Menanti semua kepastian yang tak pernah ada
Menantang semua keraguan yang tak mau sirna
Menyerap semua sejarah dengan hati tak rela
Ternyata banyak hal yang ikut ogah berubah

Apa kabar dunia ?
Di hadapan kebaikan dan kejahatan
Di depan dualitas dan relativitas
Berdiri tegap membusungkan dada
Nyatanya, kau lebih kuat dari yang aku kira

Aku ?
Aku baik-baik saja
Dan aku tidak baik-baik saja.
Begitulah adanya.
Kira-kira, kau pun pernah
Dan mungkin sedang mengalami hal yang sama.

Wednesday, October 18, 2006

Setiap saat

Setiap saat, ada yang harus dipertanggungjawabkan, meskipun hanya sedikit dan mungkin terasa tak berarti.

Setiap saat, ada yang harus diperjuangkan, meskipun tak ada ucapan atau penghargaan ataupun tanda terima kasih yang lain.

Setiap saat, ada yang harus diselesaikan, meskipun hal itu tidak berarti bagi orang yang lain.

Setiap saat, ada waktu untuk sesuatu, ada waktu untuk bukan sesuatu.

Setiap saat, ada yang patah dan yang sembuh.

Setiap saat, ada ada dan tiada.

My broken wings still strong enough to cross the ocean . . .

Wednesday, October 11, 2006

Malu atau tidak mampu ?

Begitu banyak yang ingin kutanyakan kepada Tuhan
Namun semua pertanyaan itu aku simpan
Aku terlalu malu untuk bertanya
Mungkin memang aku tidak pantas melakukannya


Ada begitu banyak cerita tentang Tuhan. Mungkin salah satunya yang saya terima seperti ini :
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini,semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan" , Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan' ".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

Jika engkau masih bisa mencintai ... maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman- mu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua. "Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ".

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih. "Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi".

Soal keabsahan data, lebih baik tidak saya bahas (berhubung pembawa acara Friends and The City selalu ngomong "patahkan statistik", jadinya saya patahkan sekarang).

Tapi, ada satu hal yang cukup nyangkut dalam diri saya ini. Apakah hidup yang saya jalani ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Yang Kuasa ? Sehingga, untuk mengucapkan terima kasih pun, meski hanya dalam hati, tapi mulut membungkam. Seolah-olah jiwa ini terlalu kotor, bahkan untuk mengucapkan dua patah kata nan sederhana itu. Mungkin saya tidak sendiri untuk pertanyaan seperti ini.

Mengapa saya bisa bertanya demikian ? Karena saya adalah orang yang butuh kepastian. Hidup ini seperti binary. Hanya ada 1 dan 0. Tidak ada 2, 3, 1/2, -1, atau kawan-kawan. Ah, tapi apa sih yang pasti ?

Mungkin saya harus bercermin dengan hati lagi. Dan berulang-ulang kali lagi.

Monday, October 09, 2006

Terlalu

Dulu Pak Zuki pernah ngepost soal "CUKUP". Memang benar jikalau berlebihan itu kurang baik adanya. Sialnya, saya baru tahu soal itu sekarang. Memaksakan diri melebihi batas yang kurang bisa diterima oleh akal orang banyak. Hingga pada akhirnya, saya tertelan diri sendiri. Ada yang pernah begitu juga ? Atau hanya saya sendiri saja ?

Haruskah aku berhenti atau berjalan kembali ?
Ingin rasanya kubertanya kepada Tuhan yang tidak disini
Namun kuurungkan niatku itu
Aku tidak ingin menjadi manja dan terbakar menjadi abu
Kini, aku hanya bisa berdoa
Sambil menerima apa yang ada
Dan mengamininya


By the way, ada yang pernah dengar lagu-lagu yang dibawakan oleh Keiko Matsui ?

Keiko Matsui
(Taken from www.mondomix.com without permission. Sorry.)

Lagu Forever Forever yang solo pianonya itu enak juga. Setidaknya bisa membantu mengurangi beban pikiran yang terkadang tidak perlu. Oh, ya. Lagunya itu ada di album White Owl. Rasanya susah cari lagunya dia di Indonesia sini.

White Owl
(Taken from www.amazon.com without permission. Sorry.)

Friday, October 06, 2006

Wake up

Wake up and smell the tea . . . not coffee please.

Quick post :
Semoga rintangan selama 2 minggu ini dapat dihadapi dengan iman dan jantung yang kuat.

Naik level ? Amin.
Naik iman ? Lebih amin lagi.
Naik darah ? Tidak akan diaminkan.

Hybernate Mode.

Monday, October 02, 2006

Menahan

Apa yang ingin ditahan ?

Setan.

Konon, selama bulan suci puasa ini, semua setan dikekang. (Saya katakan konon, karena saya belum pernah melihat setan dirantai atau dipenjara *pletak*). Namun, sepertinya, tidak semua setan terkekang. Bukan berarti saya ingin mengatakan kuasa Yang Di Atas belum up-to-date *pletak*. Tapi, yang saya ingin katakan, adalah bahwa seringkali kita menjadi ibu dari setan yang kita lahirkan sendiri.

Saya jadi teringat buku alm. Pak Pram : "Saya terbakar amarah sendirian". Terus terang, saya belum membaca bukunya *pletak*. Tapi, kalau membaca judulnya, rasanya persis seperti situasi "setan lolos di bulan puasa ini" *pletak*.

Tarik napas. Buang napas. Ubah energi negatif menjadi netral.

Amiiiinnnnnnn . . .

Listening to : Mika Nakashima - Glamorous Sky

Blog Archive

About Me

My Photo
Vendy
Mellow and complicated. Not rich, and that's why he's working. Not too friendly, but he can try to be. Not talkative, but he can try to be a good listener. Searching for great jobs and great lifetime partner. Trust in both God and Luci, but sometimes too straight. Kept him away from loneliness, ignorance, clowns, and marionettes. Fragile with pure-heart children, wise parents, b/w photos.
View my complete profile

Recent Comments