Sudahkah anda merasa timpang hari ini ?
Satu pertanyaan baru : anda senang disalahkan ? Mungkin bagi beberapa di antara kita akan menghasilkan output yang sifatnya otomatis :
T-I-D-A-K. Dan meskipun kesalahan itu adalah bibit dari perbuatan kita, terkadang ego pun bisa mengalahkan kejujuran. Dua link yang saya berikan sebelumnya hanya secuil kecil. Secuil besarnya ? Setiap orang bisa melihatnya, entah di jalan raya, entah di posko siskamling, entah di depan rumah tetangga, entah di kantor, atau entah di hati sendiri.
Comment bebex : "Mantan junkie" itu ga salah 100%. Junk food dan junk lifestyle pernah saya terapkan, dan kadang-kadang pun masih pernah. Menikmati kesalahan yang dibuat sendiri. Dan, ngomong-ngomong soal junkie- dalam hal yang mengarah ke drugs/narkoba - saya punya pikiran lucu satu. Kenapa drugs begitu dilarang ? Alasan klise macam AIDS dan die-young agaknya terlalu dibuat-buat, meskipun
technically benar adanya. Apa yang ditemukan dalam drugs ? Surga ? Sosialisasi insan yang kesepian ? Tata hidup baru ? Atau kurangnya pengetahuan ?
Anyway, mengesampingkan efek samping dari narkoba, ada baiknya saya telusuri - sesuai jalur pikiran saya - ke belakang sejenak mengapa seseorang sampai terjebak dalam jaring narkoba. Tidak jauh-jauh ternyata : kesepian dan kekurangan. Kurang pengetahuan soal narkoba. Kesepian akibat
pressure, entah dari orang tua, lingkungan, atau pekerjaan. Untuk itulah, Surga sesaat mereka pakai. Begitu is-dead, tidak ada yang mau disalahkan. Ambillah contoh demikian : seorang anak memakai drugs dengan alasan coba-coba. Namun pada kenyataannya, orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sampai-sampai tak sempat memperhatikan anaknya barang secuil pun. Begitu anaknya "lewat", orang tuanya mulai menyalahkan narkoba dan bukan dirinya sendiri. Lucunya cerita ini.
Lalu, apa kaitannya dengan artikel pendidikan itu ? Rasanya bisa dibilang ga beda jauh. Entah kepala sekolah, guru, pembuat ujian, pembeber ujian, bahkan mungkin pemeriksa ujian yang disalahkan. Protes dimana-mana. Akhirnya keluar permintaan untuk ujian perbaikan. Konyol ? Mungkin. Sendiri yang salah malah minta dicover. Dan ada lagi yang lucu : meminta pertanggungjawaban kepala sekolah karena telah menjanjikan kelulusan sebelum ujian dilangsungkan. Lucunya kejadian ini.
Sedikit merespon kedua artikel tersebut, ada satu lagi pikiran terabsurd yang keluar : kenapa Indonesia ga jadi supplier narkoba ? Toh, sepertinya bakalan lebih makmur. Dan kalau tiba-tiba terjadi demikian, pintar-pintar saja jaga perasaan anda dan orang tersayang anda.
Jadi, ya, inti dari kebodohan tulisan hari ini : jagalah diri anda dan orang-orang yang anda sayangi. Salam timpang.